Penderita HIV/AIDS Meningkat
CIANJUR–Berdasarkan data yang dilansir
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur trend penderita HIV/AIDS
setiap tahunnya meningkat. Hingga Juni 2012, tercatat 281 kasus yang berhasil
ditangani oleh KPA.
Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur Hilman Kurnia menuturkan, jika jumlah kasus tersebut merupakan kumulatif sejak Desember 2001 hingga Juni 2012. Berdasarkan data tersebut, penderita lebih didominasi wanita dengan 54 persen.
“Sementara berdasarkan jenis pekerjaannya, ibu rumah tangga (IRT) menempati posisi kedua dengan 24 persen, setelah pada posisi pertama WPS dengan 26 persen. Data yang lebih mengkhawatirkan lagi, penderita lebih banyak di kisaran usia produktif, antara 15-29 tahun,” tuturnya.
Sekretaris KPA Kabupaten Cianjur Hilman Kurnia menuturkan, jika jumlah kasus tersebut merupakan kumulatif sejak Desember 2001 hingga Juni 2012. Berdasarkan data tersebut, penderita lebih didominasi wanita dengan 54 persen.
“Sementara berdasarkan jenis pekerjaannya, ibu rumah tangga (IRT) menempati posisi kedua dengan 24 persen, setelah pada posisi pertama WPS dengan 26 persen. Data yang lebih mengkhawatirkan lagi, penderita lebih banyak di kisaran usia produktif, antara 15-29 tahun,” tuturnya.
Hilman
mengatakan, trend IRT sebagai penderita seiring dengan data yang menyebutkan
bahwa penyebab penularan tertinggi disebabkan melalui hubungan seksual sebesar
81 persen. Sementara penularan melalui jarum suntik hanya 18 persen, sisanya 1
persen melalui transplacental.
“Masuknya IRT
dalam daftar penderita tertinggi, sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, jika ibunya
positif, kemungkinan besar anak atau calon anak yang dikandungnya akan positif.
Tentunya, hal ini akan mempercepat angka penderita AIDS di Cianjur,” terangnya.
Sementara
berdasarkan penyebaran wilayah, dari 32 kecamatan yang ada, hanya enam
kecamatan yang tidak terdeteksi. Diantaranya, Kecamatan Cijati, Cikadu,
Pasirkuda, Pagelaran, Campakamulya dan Leles.
“Tapi bukan berarti bersih. Karena persoalannya, relawan kita belum menyentuh daerah tersebut. Jadi, kemungkinan adanya penderita di wilayah tersebut tetap ada,” ujarnya.
“Tapi bukan berarti bersih. Karena persoalannya, relawan kita belum menyentuh daerah tersebut. Jadi, kemungkinan adanya penderita di wilayah tersebut tetap ada,” ujarnya.
Kondisi
tersebut sangat ironi dengan jumlah anggaran yang dianggarkan pemerintah.
Anggaran 2012 untuk Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur hanya Rp25
juta. Jumlah tersebut, membuat banyaknya program yang bakal dipangkas.
“Sangat tidak
memadai dengan serangkaian program yang telah kita buat. Makanya, kita akan
berupaya kembali mengajukan pada anggaran perubahan nanti Rp75 juta,
mudah-mudahan dikabulkan,” pungkasnya.(zul)
sumber : http://radarsukabumi.com/?p=18159
Tidak ada komentar:
Posting Komentar